Gambar 1 Panelis Seminar Riset Internasional

Pada tanggal 14 Oktober 2018, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menghadiri hari kedua OJK – IMF – World Bank International Events yang diadakan di Ayana Resort and Spa, Bali. Hari kedua acara ini adalah International Research Seminar yang dibuka oleh Wimboh Santoso, S.E., MSc., Ph.D. sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seminar terdiri dari sesi diskusi empat panel yang meliputi: (1) Keuangan Digital; (2) Teknologi Keuangan; (3) Keuangan Berkelanjutan; dan (4) Pasar Finansial dan Lembaga Keuangan.

Pada acara ini, PYC berkesempatan mendengarkan presentasi dari Dr. Ulrich Volz tentang “Asia’s Green Finance Challenge”. Dr. Ulrich Volz adalah kepala Departemen Ekonomi di SOAS University of London dan dalam presentasinya dia menekankan perlunya investasi besar dalam pembangkit energi terbarukan, efisiensi energi, jaringan transportasi pintar, dan banyak bidang lain yang akan membantu perubahan menuju pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Ia juga menyebutkan bahwa Asia telah memiliki beberapa contoh upaya menyelaraskan sistem keuangan dengan pembangunan berkelanjutan serta contoh produk dan layanan keuangan inovatif yang dikembangkan oleh sektor keuangan. Namun demikian, perlu juga ada prioritas dalam melakukan penguraian sumbatan permasalahan regulasi yang dapat menghambat penerapan berbagai produk keuangan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa pembiayaan berkelanjutan, misalnya, melalui Green Bond akan memberikan alternatif pembiayaan energi terbarukan di Indonesia. Peningkatan jumlah penerbit Green Bond dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa hal tersebut dapat digunakan sebagai produk keuangan yang efektif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. OJK telah membuat kemajuan besar dalam menghasilkan regulasi-regulasi kunci untuk mendukung implementasi produk keuangan berkelanjutan di Indonesia dan diharapkan dapat membantu Indonesia dalam memenuhi target energi terbarukan pada tahun 2025.

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here