Gambar 1. Diskusi Interaktif Online oleh Ecadin dan PYC.

Ketua Purnomo Yusgiantoro Center, Ibu Filda Yusgiantoro, memoderasi webinar Energy Academy Indonesia (Ecadin) bekerjasama dengan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) pada tanggal 18 Mei 2020. Tema diskusi online ini adalah “Apakah Menarik untuk Membangun Infrastruktur Gas ketika Harga Komoditas Rendah? ”. Ada empat pembicara dalam webinar ini, Bpk. Jugi Prajogio (Komite BPH Migas), Bp. Kardaya Warnika (Dosen di Hukum dan Bisnis Energi, Universitas Padjadjaran), Ibu Soerjaningsih (Direktur Pengembangan Program Minyak dan Gas, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral), dan Bpk. Susilo Siswoutomo (Wakil Menteri  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2013-2014).

Gambar 2. Streaming langsung dari Diskusi Interaktif Online.

Seminar dimulai dengan pidato pembukaan singkat dari Ibu Filda mengenai kondisi saat ini dan masa depan dari sektor gas alam Indonesia. Setelah pidato pembukaan, Ibu Soerjaningsih menyampaikan presentasi yang berfokus pada pasar gas alam saat ini dan masa depan di Indonesia. Dia menunjukkan bahwa permintaan di masa depan akan tumbuh, dan kepastian pasokan menjadi masalah penting. Pada perspektif lain, Bapak Jugi menekankan bahwa pandemi saat ini telah menghantam pasar gas dan mengurangi permintaan sekitar 50% -70%. Oleh karena itu, rencana infrastruktur juga terpengaruh, dan ada kebutuhan untuk memilih secara selektif rencana yang lebih layak untuk dikembangkan dalam waktu dekat.

Sejalan dengan presentasi Bapak Jugi, Bapak Susilo menyatakan pentingnya pemilihan proyek sehingga rencana tersebut akan mendapatkan hasil yang optimal dan menekan biaya investasi. Di sisi lain, pembicara terakhir, Bapak Kardaya, menyampaikan keprihatinannya tentang keberlanjutan proyek gas di masa depan, karena ada banyak proyek gas yang ditinggalkan di masa lalu. Dia juga menyatakan pentingnya kepastian hukum untuk menarik investasi di industri gas. Kesimpulannya, pengembangan infrastruktur gas masih vital untuk meningkatkan pemanfaatan gas di Indonesia. Namun, pandemi COVID-19 telah mengganggu rencana pembangunan. Ada kebutuhan lain untuk memutuskan dengan bijak rencana mana yang akan dikembangkan terlebih dahulu dan untuk melanjutkan perumusan perencanaan untuk infrastruktur gas masa depan di Indonesia.

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here