Gambar 1. Upacara pembukaan Jakarta Fair 2019

Purnomo Yusgiantoro Center menghadiri pembukaan Jakarta Fair 2019 ke-52 pada tanggal 29 Mei 2019. Acara ini dihadiri oleh pejabat pemerintah, perwakilan LSM, perwakilan kedutaan asing, dan lain-lain. Pembukaan dimulai dengan tarian “Neneng Betawi” dan dilanjutkan dengan pidato dari Prajna Murdaya selaku Ketua Panitia Jakarta Fair Kemayoran 2019. Dia berbicara mengenai perkembangan Jakarta Fair sejak diambil alih oleh PT Jakarta International Expo pada tahun 2003. Sebelumnya, acara tersebut dinamakan Pekan Raya Jakarta (PRJ). Pada tahun 2003, acara ini menarik 2 juta orang dan mencatat arus kas sebesar Rp 2 triliun. Pada tahun 2005, acara ini tumbuh secara signifikan, menarik 3 juta orang dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,5 dan terus tumbuh sejak saat itu. Tahun lalu, arus kas ini mencapai jumlah yang sangat besar, yakni sekitar Rp 7 triliun dari 6,7 juta pengunjung.

Pidato dari Prajna Murdaya dilanjutkan oleh Gubernur Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. Dia terutama membahas kondisi Jakarta dan mengucapkan selamat kepada para panitia Jakarta Fair Kemayoran ke-52. Dia menyatakan bahwa demonstrasi setelah pengumuman hasil pemilihan hanya berlangsung di sebagian kecil Jakarta, sementara lokasi lainnya masih kondusif. Anies mengakhiri pidatonya dengan laporan kondisi perekonomian Jakarta, yang pada kuartal pertama 2019 ini mencatat pertumbuhan sebesar 6.23%, lebih tinggi dibandingkan dua tahun terakhir.

Pembicara terakhir, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Ph.D., yang mewakili Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Dia memulai pidatonya dengan mengangkat tema Jakarta Fair Kemayoran, yaitu “Indonesia Bersatu” dan berharap Indonesia selalu damai dan harmonis. Dia juga menggarisbawahi sejarah Jakarta Fair yang diperkenalkan oleh ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia) pada tahun 1968 dan awalnya diselenggarakan di wilayah Monas dengan kapasitas 1,4 juta. Namun, akibat adanya perkembangan ketertarikan publik yang signifikan, acara tersebut direlokasi ke Jakarta International Expo Kemayoran pada tahun 1992 dengan kapasitas yang lebih besar. Dia menyampaikan rasa syukur untuk acara ini atas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya bagi para pengusaha serta usaha kecil dan menengah (UKM). Darmin Nasution mengakhiri pidato dengan menekankan pentingnya perdagangan elektronik (e-commerce) bagi perekonomian Indonesia yang mencatat pertumbuhan sebesar 40% setiap tahun.

Sebagai penutup, acara pembukaan diakhiri dengan pertunjukan kembang api dan penampilan teater musikal.

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here