At a time of global crisis, the world is being shaken by the collision of energy, climate change, and the clashing power of nations. Out of this tumultuous situation, Daniel Yergin, global energy expert and master story-teller, drew the new map of energy and geopolitics. Controversial fracking technology has enabled the “shale revolution” in oil and gas which in overnight has almost made the United States the world’s number one energy powerhouse. Simultaneously, concerns on climate change drove an energy transition in search for a low-carbon future.

World politics is also being upended, as a new cold war developed between the United States and China and the rivalry grew more dangerous with Russia, which is pivoting east towards Beijing. Vladimir Putin and Xi Jinping are converging both on energy and in opposing America’s role in the world, as China projects its power and influence in all directions –especially into the South China Sea, the world’s most critical trade route, where the United States and China could directly collide. The map of the Middle East, which was laid down after the First World War, is being challenged by jihadists, revolutionary Iran and ethnic and religious clashes. The region has also been stunned by the recent oil price collapse – and is increasingly aware of the question over the future of oil for the rest of the century. The coronavirus pandemic and the upcoming economic dark age have made these situations bleaker and more urgent.

On the eve of the U.S. presidential election, Daniel Yergin takes the reader on a riveting and timely journey across this new map, illuminating the great issues of geopolitics and energy in our era of rising political turbulence and pointing at the profound challenges that lie ahead.

(Source: https://www.danielyergin.com/books/thenewmap)

If you have any questions regarding this book, you may contact the PYC publication team at: publication@pycenter.org.

Price: Rp555.000,-

To purchase, click here.


Dalam krisis global, dunia terguncang oleh isu energi, perubahan iklim, dan pertikaian antar bangsa. Untuk merespon situasi tersebut, ahli isu energi global, Daniel Yergin membuat pemetaan energi dan geopolitik. Sebuah teknologi kontroversial membuat “shale evolution” dalam perminyakan dan gas, yang menggiring Amerika Serikat menjadi pusat energi dunia. Namun, dengan adanya perubahan iklim, transisi energi sudah mulai dijalani untuk meraih masa depan nirkarbon.

Politik dunia pun dipenuhi beragam pertikaian. Seperti perang dingin yang muncul antara Amerika Serikat dan Cina, kemudian persaingan dengan Rusia yang melibatkan Beijing, juga semakin berbahaya. Bertentangan dengan Amerika Serikat, Vladimir Putin dan Xi Jinping juga bersatu dalam sektor energi. Sementara itu, Cina menunjukkan kekuasaannya di berbagai area, salah satunya Laut Cina Selatan, yaitu jalur perdagangan yang penting di dunia. Hal ini tentunya dapat menyebabkan tabrakan antara Cina dan Amerika Serikat. Selain itu, peta Timur Tengah yang ditetapkan setelah Perang Dunia Pertama, terus dipertanyakan oleh para Jihadis dan Iran. Hal tersebut menciptakan betrokan etnis dan agama. Wilayah tersebut juga harus menghadapi jatuhnya harga minyak dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan sektor perminyakan. Kondisi ini menjadi semakin memperihatinkan dengan adanya pandemi COVID-19, berserta zaman kegelapan ekonomi dunia.

Dalam buku ini, Daniel Yergin membawa pembacanya ke dalam sebuah pembahasan isu besar geopolitik dan energi pada masa politik yang getir untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait buku ini, silahkan hubungi Publikasi PYC di publication@pycenter.org

Harga:  Rp555.000,-

Untuk membeli, klik di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here