Labuhan Haji, 4 Juli 2024
Hari selanjutnya, Tim PYC, Dinas ESDM Provinsi NTB, bersama masyarakat Desa Labuhan Haji melaksanakan kunjungan ke tiga dusun di sisi timur Pulau Moyo yang belum terjangkau oleh jaringan listrik PLN. Rencana awal menggunakan perahu untuk menyusuri pulau dibatalkan karena gelombang laut yang tinggi sehingga tim memilih untuk melalui darat, menempuh perjalanan sepanjang 30 km melalui Taman Nasional Moyo Satonda selama dua jam dengan kendaraan trail.

Infrastruktur jalan yang ditempuh sangat kurang memadai dan berbahaya karena kawasan tersebut merupakan bagian dari taman nasional yang dilindungi, dimana pembangunan infrastruktur dibatasi untuk melindungi flora dan fauna setempat.

Setibanya di Dusun Arong Santek, Dusun Lepaloang, dan Dusun Brangkua, tim menemukan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipasang oleh GIZ dan telah digunakan oleh masyarakat sebagai sumber energi primer telah rusak dan tidak beroperasi lagi sejak lima tahun yang lalu. Bahkan, di salah satu dusun, semua spare part dari PLTS tersebut telah dijual. Karena kondisi ini, masyarakat setempat sangat berharap dapat terhubung dengan jaringan listrik PLN, namun upaya ini terhambat karena kesulitan dalam memasang infrastruktur jaringan melalui hutan konservasi.

Previous articleKunjungan Masyarakat Desa di Pulau Moyo dan Peninjauan PLTD di Desa Labuhan Haji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here